Siswi tersebut memperhatikan orang-orang
disekitarnya dengan penuh kebencian, karena mereka akan mempermalukannya di
depan awam.
Sebab perilakunya selama satu tahun ini baik dan tak pernah melakukan kesalahan serta pelanggaran, maka kepala sekolah menenangkan hadirin dan memerintahkan para siswi lainnya agar membubarkan diri. Dan dengan penuh santun, ketua sekolah pula memohon supaya para pengajar meninggalkan ruangannya sebagai akibatnya yg tersisa hanya para tim pemeriksa saja..
Kepala sekolah berusaha menenangkan siswi malang tersebut. Lantas bertanya padanya, “Apa yang engkau sembunyikan wahai putriku..?”
di sini, dalam sekejap siswi tadi simpati dengan ketua sekolah dan membuka tasnya.
Di dalam tas tersebut tidak terdapat benda-benda terlarang atau haram, atau telepon genggam atau foto-foto, demi Allah, itu seluruh tak ada!
Tidak ada dalam tas itu melainkan sisa -sisa roti..
Yah, itulah yang terdapat dalam tas tersebut.
Sesudah merasa tenang, siswi itu berkata, “residu-sisa roti ini adalah sisa -sisa berasal para siswi yg mereka buang di tanah, kemudian aku kumpulkan buat kemudian aku makan dengan sebagiannya serta membawa sisanya pada keluargaku. Mak serta saudari-saudariku di rumah tidak memiliki sesuatu buat mereka santap di siang dan malam hari Bila aku tidak membawakan buat mereka residu-residu roti ini.."
"Kami merupakan keluarga fakir yg tak memiliki apa-apa. Kami tidak punya kerabat serta tidak terdapat yg peduli pada kami..," ujar siswi tadi sembari menunduk malu.
"Inilah yang membentuk aku menolak buat membuka tas, supaya aku tidak dipermalukan pada hadapan sahabat-temanku pada kelas, yang mana mereka akan terus mencelaku pada sekolah, sehingga kemungkinan hal tersebut mengakibatkan aku tak dapat lagi meneruskan pendidikanku karena rasa malu. Maka saya mohon maaf sekali pada Anda semua atas perilaku aku yg tidak sopan..”
saat itu pula seluruh yg hadir di ruangan tersebut tidak kuasa menunda air mata, bahkan beberapa guru menangis sambil memeluk siswi tadi.
Maka tirai pun ditutup sebab terdapat kejadian yang menyedihkan tadi, dan kita berharap buat tidak menyaksikannya.
Karenanya wahai saudara dan saudariku, ini artinya satu asal bencana yang kemungkinan ada pada kurang lebih kita, baik itu pada lingkungan serta desa kita sementara kita tidak mengetahuinya atau bahkan kita terkadang berpura-pura tak mengenal mereka.
Wajib bagi semua sekolah dan pesantren untuk mendata kondisi ekonomi para santri-santrinya agar orang yang ingin membantu famili fakir miskin dapat mengenalinya menggunakan baik.
Kita memohon pada Allah supaya tidak menghinakan orang yg mulia serta memohon pada-Nya agar beliau selalu menjaga kaum Muslimin pada setiap kawasan.
Sebab perilakunya selama satu tahun ini baik dan tak pernah melakukan kesalahan serta pelanggaran, maka kepala sekolah menenangkan hadirin dan memerintahkan para siswi lainnya agar membubarkan diri. Dan dengan penuh santun, ketua sekolah pula memohon supaya para pengajar meninggalkan ruangannya sebagai akibatnya yg tersisa hanya para tim pemeriksa saja..
Kepala sekolah berusaha menenangkan siswi malang tersebut. Lantas bertanya padanya, “Apa yang engkau sembunyikan wahai putriku..?”
di sini, dalam sekejap siswi tadi simpati dengan ketua sekolah dan membuka tasnya.
Di dalam tas tersebut tidak terdapat benda-benda terlarang atau haram, atau telepon genggam atau foto-foto, demi Allah, itu seluruh tak ada!
Tidak ada dalam tas itu melainkan sisa -sisa roti..
Yah, itulah yang terdapat dalam tas tersebut.
Sesudah merasa tenang, siswi itu berkata, “residu-sisa roti ini adalah sisa -sisa berasal para siswi yg mereka buang di tanah, kemudian aku kumpulkan buat kemudian aku makan dengan sebagiannya serta membawa sisanya pada keluargaku. Mak serta saudari-saudariku di rumah tidak memiliki sesuatu buat mereka santap di siang dan malam hari Bila aku tidak membawakan buat mereka residu-residu roti ini.."
"Kami merupakan keluarga fakir yg tak memiliki apa-apa. Kami tidak punya kerabat serta tidak terdapat yg peduli pada kami..," ujar siswi tadi sembari menunduk malu.
"Inilah yang membentuk aku menolak buat membuka tas, supaya aku tidak dipermalukan pada hadapan sahabat-temanku pada kelas, yang mana mereka akan terus mencelaku pada sekolah, sehingga kemungkinan hal tersebut mengakibatkan aku tak dapat lagi meneruskan pendidikanku karena rasa malu. Maka saya mohon maaf sekali pada Anda semua atas perilaku aku yg tidak sopan..”
saat itu pula seluruh yg hadir di ruangan tersebut tidak kuasa menunda air mata, bahkan beberapa guru menangis sambil memeluk siswi tadi.
Maka tirai pun ditutup sebab terdapat kejadian yang menyedihkan tadi, dan kita berharap buat tidak menyaksikannya.
Karenanya wahai saudara dan saudariku, ini artinya satu asal bencana yang kemungkinan ada pada kurang lebih kita, baik itu pada lingkungan serta desa kita sementara kita tidak mengetahuinya atau bahkan kita terkadang berpura-pura tak mengenal mereka.
Wajib bagi semua sekolah dan pesantren untuk mendata kondisi ekonomi para santri-santrinya agar orang yang ingin membantu famili fakir miskin dapat mengenalinya menggunakan baik.
Kita memohon pada Allah supaya tidak menghinakan orang yg mulia serta memohon pada-Nya agar beliau selalu menjaga kaum Muslimin pada setiap kawasan.
Sumber : trendingtopics.blogspot.com

