Razia Kelas, Isi Tas Siswi SMA Ini Membuat Para Gurunya Menangis! Sungguh Mengejutkan .. (3)



Siswi tersebut memperhatikan orang-orang disekitarnya dengan penuh kebencian, karena mereka akan mempermalukannya di depan awam.

Sebab perilakunya selama satu tahun ini baik dan  tak pernah melakukan kesalahan serta pelanggaran, maka kepala sekolah menenangkan hadirin dan  memerintahkan para siswi lainnya agar membubarkan diri. Dan  dengan penuh santun, ketua sekolah pula memohon supaya para pengajar meninggalkan ruangannya sebagai akibatnya yg tersisa hanya para tim pemeriksa saja..

Kepala sekolah berusaha menenangkan siswi malang tersebut. Lantas bertanya padanya, “Apa yang engkau  sembunyikan wahai putriku..?”

di sini, dalam sekejap siswi tadi simpati dengan ketua sekolah dan  membuka tasnya.

Di dalam tas tersebut tidak terdapat benda-benda terlarang atau haram, atau telepon genggam atau foto-foto, demi Allah, itu seluruh tak ada!

Tidak ada dalam tas itu melainkan sisa -sisa  roti..
Yah, itulah yang terdapat dalam tas tersebut.

Sesudah merasa tenang, siswi itu berkata, “residu-sisa  roti ini adalah sisa -sisa  berasal para siswi yg mereka buang di tanah, kemudian aku  kumpulkan buat kemudian aku  makan dengan sebagiannya serta membawa sisanya pada keluargaku. Mak   serta saudari-saudariku di rumah tidak memiliki sesuatu buat mereka santap di siang dan  malam hari Bila aku  tidak membawakan buat mereka residu-residu roti ini.."

"Kami merupakan keluarga fakir yg tak memiliki apa-apa. Kami tidak punya kerabat serta tidak terdapat yg peduli pada kami..," ujar siswi tadi sembari menunduk malu.

"Inilah yang membentuk aku  menolak buat membuka tas, supaya aku  tidak dipermalukan pada hadapan sahabat-temanku pada kelas, yang mana mereka akan terus mencelaku pada sekolah, sehingga kemungkinan hal tersebut mengakibatkan aku  tak dapat lagi meneruskan pendidikanku karena rasa malu. Maka saya mohon maaf sekali pada Anda semua atas perilaku aku  yg tidak sopan..”

saat itu pula seluruh yg hadir di ruangan tersebut tidak kuasa menunda air mata, bahkan beberapa guru menangis sambil memeluk siswi tadi.

Maka tirai pun ditutup sebab terdapat kejadian yang menyedihkan tadi, dan  kita berharap buat tidak menyaksikannya.

Karenanya wahai saudara dan  saudariku, ini artinya satu asal bencana yang kemungkinan ada pada kurang lebih kita, baik itu pada lingkungan serta desa kita sementara kita tidak mengetahuinya atau bahkan kita terkadang berpura-pura tak mengenal mereka.

Wajib  bagi semua sekolah dan  pesantren untuk mendata kondisi ekonomi para santri-santrinya agar orang yang ingin membantu famili fakir miskin dapat mengenalinya menggunakan baik.

Kita memohon pada Allah supaya tidak menghinakan orang yg mulia serta memohon pada-Nya agar beliau selalu menjaga kaum Muslimin pada setiap kawasan.

Sumber : trendingtopics.blogspot.com
(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==