Siswi tersebut memandangi pemeriksa dengan pandangan sedih, beliau pun
sekarang telah meletakkan tasnya dalam pelukan..
“Berikan tasmu..”
dia menoleh serta menjerit, “tidak…tidak…tidak..”
Perdebatan pun terjadi sangat tajam..
“Berikan tasmu..” …
“tidak..”
“Berikan..”
“tidak..”
Apakah sebenarnya yang membuat siswi tersebut menolak buat dilakukan investigasi di tasnya?!
Apa sebenarnya yg ada pada tas miliknya dan takut dipergoki oleh tim pemeriksa?!
Keributan pun terjadi serta tangan mereka saling berebut. Sementara tas tadi masih di pegang erat dan para pengajar belum berhasil merampas tas berasal tangan siswi tersebut karena beliau memeluknya dengan penuh kegilaan!
“Berikan tasmu..”
dia menoleh serta menjerit, “tidak…tidak…tidak..”
Perdebatan pun terjadi sangat tajam..
“Berikan tasmu..” …
“tidak..”
“Berikan..”
“tidak..”
Apakah sebenarnya yang membuat siswi tersebut menolak buat dilakukan investigasi di tasnya?!
Apa sebenarnya yg ada pada tas miliknya dan takut dipergoki oleh tim pemeriksa?!
Keributan pun terjadi serta tangan mereka saling berebut. Sementara tas tadi masih di pegang erat dan para pengajar belum berhasil merampas tas berasal tangan siswi tersebut karena beliau memeluknya dengan penuh kegilaan!
Daerah itu pun berubah menjadi hening..
Ya Allah, apa sebenarnya yg terjadi serta apa gerangan yang terdapat pada dalam tas siswi tadi. Apakah mungkin siswi tersebut…??
Selesainya berdiskusi ringan, tim pemeriksa putusan bulat untuk membawa siswi tadi ke tempat kerja sekolah, dengan syarat jangan hingga perhatian mereka berpaling asal siswi tersebut agar dia tidak dapat melemparkan sesuatu berasal dalam tasnya sehingga bisa terbebas begitu saja..
Mereka pun membawa siswi tersebut dengan penjagaan yg ketat dari tim dan para pengajar serta sebagian siswi lainnya. Siswi tadi kini masuk ke ruangan tempat kerja sekolah, ad interim air matanya mengalir seperti hujan.
Siswi tersebut ... Halaman Selanjutnya >>>

