Namun karena hanya
pakaiannya lusuh dan compang camping seperti belum disetrika, serta memakai
sandal jepit, tak ada satu pun karyawan maupun karyawati counter itu yang mau
melayani bapak paruh baya tersebut. Seluruh pegawai counter tampak sibuk
melayani pembeli lain, malah ada beberapa karyawati yang bercengkrama satu sama
lain ketika bapak tersebut melihat-lihat, tanpa menanyakan bahkan sama sekali
tidak menyapa calon pembeli yang dikira miskin tersebut.
Linawati yang melihat sikap acuh tak acuh dari karyawan itu pun akhirnya langsung turun tangan dengan mendekati bapak tersebut dan menanyakan apa yang bisa dibantu.
“Tak ada satu pun karyawan yang mau meladeni bapak tersebut. Akhirnya saya yang baru saja selesai istirahat yang melayaninya” ungkapnya, Senin (14/3).
Tak disangka-sangka, ternyata pria tersebut hendak memborong smartphone seharga Rp. 2 juta sebanyak 25 buah dan dia bayar dengan uang tunai. Melihat segepok uang yang dibawa bapak tersebut, teman-temannya sesama karyawan di counter heran dan langsung berlomba-lomba membantu pelayanan untuk calon pembeli yang telah diabaikannya tadi.
Ternyata pria itu adalah owner sebuah jasa travel umroh dan haji serta pemilik sebuah restoran ternama di kota tersebut. Dia berniat membelikan semua karyawan di kantornya dengan smartphone yang mau dibeli sebagai bonus target di perusahaan travelnya.
“Alhamdulillah setelah saya melayani beliau dengan ramah, saya langsung diberi uang tip Rp 1 juta dan ditransferkan pulsa Rp 200 ribu. Rejeki anak sholehah,” kata Lina dengan tersenyum.
Sumber:
note-sehat.blogspot.com

